Anything

Try to see things in different way

10 PARADOX December 15, 2008

Filed under: Uncategorized — sri anindianti @ 11:42 am

Dalam buku Creativity: The Work and Lives of 91 Eminent People, by Mihaly Csikszentmihalyi, [published by HarperCollins, 1996], terdapat 10 SIKAP PARADOX yang dimiliki oleh orang-orang kreatif, mari kita analisis bersama…

 

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

      Orang kreatif tentu memiliki great physical energy, karena orang kreatif adalah orang yang mampu menghasilkan karya, sedangkan karya hanya dapat dihasilkan dengan energi yang baik dari penciptanya. DAN, often quiet. Orang kreatif memang cenderung pendiam. Mungkin karena:

o        Sedang memikirkan ide-ide yang baru

o        Emosinya stabil, (karena memiliki kecerdasan inteligen yang baik)

o        Tidak sombong

o        Memiliki naluri untuk mengutamakan bekerja daripada berbicara

 

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

Orang kreatif tentu saja pantas dibilang pintar. Kreatif kan berarti berhasil menciptakan suatu karya, ide, achievement, atau bahkan hanya solusi dari sebuah permasalahan. Tapi kadang, orang yang sangat kreatif juga naïve disaat yang bersamaan. Ini dapat dilihat dari sifat perfeksionis para ilmuwan seperti Albert Einstein atau Isaac Newton. Kadang, orang kreatif terlalu teoritis dan terlalu menginginkan hasil yang diluar dugaan. Hal ini memang memiliki dampak positif, yaitu memaksimalkan hasil suatu karya, tapi, disaat bersamaan, ini juga dapat menimbulkan efek yang kurang baik, yaitu obsesi berlebih.

 

3. Creative people combine playfulness and discipline or responsibility and irresponsibility.

Orang kreatif adalah yang mengkombinasikan antara playfulness, disiplin, responsibility dan irresponsibility. Banyak yang mengatakan bahwa seniman (terutama pria) memiliki penampilan dan kamar yang berantakan. Tapi mungkin disinilah kreativitas itu terjadi. Ketika semua sudah tidak ter-arrange dengan baik, orang kreatif akan men-arrange hal tersebut menjadi sesuatu hal yang baru. Mirip dengan salah satu prinsip di konsep SCAMPER, yaitu Reverse, atau berpikir terbalik dan Arrange, yaitu menyusun kembali menjadi suatu hal yang baru.

 

4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

Saya sangat setuju dengan sikap paradox ini. Kreatif berarti thinking out of the box. Out of the box ini dapat dicapai dengan pertama adalah ber-imajinasi dan fantasi. Setelah mendapatkan inspirasi dari berimajinasi, barulah dapat diterapkan ke sebuah karya yang nyata. Dan kadang, kita harus mengabaikan reality sense untuk mencapai hasil yang kita inginkan. Contohnya adalah Wright bersaudara, mereka memiliki angan-angan untuk dapat terbang. Sebelumnya, pada zaman mereka, belum ada yang berhasil menciptakan pesawat terbang. Dengan imajinasi-nya, mereka mulai merancang pesawat terbang, meskipun belum pernah ada yang berhasil mewujudkan. Dan terbukti, mereka berhasil. Ini juga sebenarnya mirip dengan pepatah kuno, yaitu “Gantungkan cita-citamu setinggi langit”. Well, tidak ada yang tidak mungkin asal kita berusaha keras dan berdoa bukan?

 

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.

Extroverted dan introverted adalah dua hal yang sangat bersebrangan. Tapi, sepertinya ini kedua hal ini memang dimiliki oleh orang kreatif.

ü      Extroverted: Pribadi yang Terbuka

Orang kreatif biasanya adalah pribadi yang terbuka. Dengan memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang, akan membuat pikiran kita pun menjadi semakin berkembang dan maju karena kita mengetahui issue yang terjadi, melihat, dan mengenal banyak masalah, yang secara tidak langsung telah melatih otak kita menjadi terlatih.

ü      Introverted: Pribadi yang Tertutup

Sedangkan, mungkin pribadi yang tertutup terjadi ketika orang kreatif tersebut sedang brainstorming, mencerna, dan mengolah idenya. Menurut pengalaman saya, ketika sedang memiliki masalah, atau sedang men-generate ide untuk menghasilkan sebuah karya, saya akan cenderung tertutup dan hanya berpikir sendiri. Meskipun hal ini mengganggu pikiran saya, saya akan menghindari untuk membicarakan masalah ini ke orang lain. Dan saya hanya akan mem-publish sebuah karya bila itu memang sudah berhasil sesuai dengan harapan saya.

 

6. Creative people are humble and proud at the same time.

Well, I strongly agree with this Mihaly Statement about creative people. Pertama, mari kita tinjau dari arti dua kata tersebut.

1. Humble: Rendah hati, tidak sombong, down to earth.

2. Proud: Bangga, Puas.

Orang yang kreatif adalah orang yang memiliki kecerdasan intelligent dan juga spiritual yang baik dan seimbang. Ini biasanya akan membuat orang kreatif tersebut memiliki manner yang baik, yaitu humble. Sedangkan Proud, adalah rasa yang timbul setelah orang kreatif tersebut berhasil menciptakan sebuah karya. Saya rasa ini wajar, siapapun yang telah berhasil memperoleh achievement, akan merasakan proud. Terlebih lagi jika membuahkan hasil karya yang kreatif dan inovatif. Dan sebagai orang kreatif, yang memiliki kecerdasan emosi yang baik, maka kebanggaan atau proud tersebut tidak lantas membuat dia menjadi sombong, melainkan tetap rendah hati.

Faktor lain terciptanya humble, adalah mungkin karena orang kreatif tersebut sebenarnya masih memiliki obsesi lain yang belum tercapai. Namanya juga orang kreatif, imajinasi dan visionary-nya tentu akan lebih tinggi dari orang biasa. Sehingga sebenarnya dia merasa masih bisa mencapai achievement yang lebih baik dari sekarang, dan di waktu yang sama, dia tetap merasakan bangga (proud) atas achievement yang dia peroleh hari ini.

Even so, I think I found some creative people that are not fulfill these criteria.

Ø      Ahmad Dhani. Setelah menelurkan sederetan karya music yang kreatif, malah semakin membuatnya sombong. Terbukti dari sejumlah saksi dan petikan statement-nya di beberapa infotainment.

(No Hard Feeling ok J )

 

7. Creative people, to an extent, escapes rigid gender role stereotyping.

      Well, yes they are. NO rigid gender stereotyping in terms of CREATIVE. Many people are better and are having the right to outperformed as well as they want to. In today era, there are no boundaries that can limit women’s moves, as long as it still not exceeds their capacity or ruin the morale.

 

8. Creative people are both rebellious and conservative.

Mungkin yang dimaksud “rebellious” disini adalah mencoba sesuatu yang diluar teori. Artinya, berkreatif dengan cara berpikir OUT OF THE BOX (again). Rebellious juga sebenarnya memiliki sifat positif, yaitu, dengan kita bereksperimen, mencoba suatu hal yang diluar teori, mungkin akan menghasilkan suatu karya yang tidak terduga. Dan disaat yang bersamaan (dengan rebellious), creative people melakukan eksperimennya dengan cara yang konservatif. Maksudnya, sistematikanya masih baik, dan segala sesuatunya tidak asal-asalan. Conservative ini untuk membatasi “rebellious” tersebut.

 

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

I couldn’t agree more by this statement. Banyak banget bukti yang menunjukkan how passionate the creative peoples are… Salah satu contohnya adalah Thomas Alfa Edisson. Diceritakan bahwa dia telah menciptakan bohlam setelah melakukan 9999 x percobaan (if I’m not mistaken), dan terbukti, Thomas hanya berkata “saya bukan gagal 9999 x, tapi saya tahu 9999 cara yang salah dalam membuat sebuah lampu yang baik”.. J

Saya yakin, pasti yang nyela Thomas jadi gondok banget setelah dengar kalimat bijak ini. Ada juga cerita dari wright bersaudara yang berhasil menciptakan pesawat terbang pertama, setelah mereka gagal beratus kali juga. Atau juga cerita dari pencipta resep ayam goreng KFC yang juga melakukan eksperimen ribuan kali untuk berhasil menciptakan komposisi yang tepat,,,

Well, there always be a story behind the invention, and thus it proved how the creative people are very passionate to accomplish their goals and desires.  And yet, they can be extremely objective about it as well.

 

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

No hard feeling for creative people, but I think this is true. As high the emotional intelligence of one people, as high they can stabilize their emotion, and yet they are tend to be more sensitive to realize what they are feeling. Dan mungkin, dengan banyaknya involvement, semakin meningkat juga sensitivitas mereka terhadap lingkungan sekitar, mereka jadi terus berfikir dan berfikir. Sampai kadang merasa menderita karena “merasa banyak beban”, seperti salah satu juga sifat orang kreatif yaitu “responsible”, mereka memiliki tanggung jawab yang besar atas suatu hal yang memerlukan penyelesaian dan pengembangan. Tapi tidak selamanya membuat mereka menderita, disini juga orang kreatif merasa nyaman, dan bahagia dengan kontribusi mereka. Contohnya, ada yang menyebut Presiden Soekarno adalah presiden yang tidak pernah tidur. Karena (juga memiliki) sifat kreatif, Soekarno merasa bertanggung jawab penuh terhadap rakyat, dan dia terus berfikir untuk kemajuan-kemajuan Negara kita tanpa pamrih. This is how creative people works, to serve and make a better future for many peoples…

 

 

 

 

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s